Perayaan Imlek Lintas Budaya dan Bahasa
Dodany: Feb 3, 2012
Od: NTDIndonesian
Czas: 2:14
Dentuman genderang dan tarian barongsai memeriahkan kedatangan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo di Jakarta International Exhibition Convention, 29 Januari lalu. Kedatangannya juga disambut meriah oleh sekitar 5.000 etnis keturunan Tionghoa yang turut hadir di acara bertajuk "Perayaan Imlek Masyarakat Jakarta Bersatu Tahun 2012" ini. [Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta]: "Yang jelas sekarang pemerintah sudah menetapkan hari tahun baru Imlek itu adalah hari libur, itu merupakan saya kira komitmen dari pemerintah bahwa etnis Tionghoa itu tidak lagi terpisah dari etnis-etnis lain yang ada di Indonesia." Dalam kesempatan ini hadir pula tarian liong dan barongsai, serta tarian tradisional dan nyanyian tahun baru. Atraksi yang disuguhkan benar-benar adalah kesatuan beragam etnis dan agama. Pemain barongsai misalnya, adalah pribumi yang beragama islam dan etnis Tionghoa yang beragama Katolik. Ada pula kumpulan mahasiswi Universitas Islam Al-Azhar yang menyanyikan lagu Imlek dalam bahasa Mandarin. [H.M. Anda Hakim, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia]: "Kalau memang kita ingin bersatu coba setiap event-event orang Tionghoa yang menyelenggarakan imlek bersama masyarakat Indonesia kita ikut, baru kita tahu, bahwa ini orang kebangsaan-nya lebih dari orang Indonesia asli." Selain pertunjukan, pemanjatan doa bersama oleh perwakilan pemuka-pemuka agama di Indonesia juga dilakukan, demi kedamaian dan kesejahteraan dunia. [Eddie Kusuma, Etnis Tionghoa Indonesia]: "Naga air itu kan memberikan kesejukan, kita harapkan situasi Indonesia ini dapat kondusif di segala aspek." Setelah 12 tahun kebudayaan Tionghoa diperbolehkan untuk berkembang di Indonesia, tidak sedikit masyarakat pribumi yang ikut mempelajari kebudayaan ini. Kini, bahkan banyak warga pribumi yang mahir memainkan barongsai, dan fasih berbahasa Mandarin. Sunardi melaporkan untuk NTD News dari Jakarta.
Kanał: Education
Tagi: imlek tahun baru naga budaya bahasa tionghoa barongsai fauzi bowo etnis agama mandarin naga air pribumi
Wyświetlenia: 1585 Komentarze: 0